Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda: Inisiatif Pendidikan Baru di Indonesia
Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, memperkenalkan dua program pendidikan baru: Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Sekolah Rakyat dikelola oleh Kementerian Sosial dan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026. Sasaran utamanya adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama yang masuk kategori ekonomi paling rentan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sekolah Rakyat dirancang seperti sekolah berasrama, menawarkan pendidikan tanpa biaya, asrama, ruang belajar modern, tempat ibadah, fasilitas olahraga, kantin, hingga layanan kesehatan. Kurikulumnya mengikuti standar nasional dengan tambahan materi penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, serta pelatihan vokasi dan kewirausahaan. Pemerintah menargetkan pembangunan 100 sekolah rakyat pada tahap awal, yang mampu menampung hingga 10.000 siswa, dengan total anggaran tahap I dan II mencapai Rp 10 triliun1.
Sementara itu, Sekolah Garuda merupakan inisiatif dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini mencakup pembangunan 20 SMA Unggulan Garuda baru hingga 2029, serta peningkatan status 20 SMA/MA yang sudah ada menjadi SMA Unggulan Garuda. Sekolah Garuda berfokus pada pengembangan kemampuan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan mengadopsi kurikulum nasional serta internasional, terutama International Baccalaureate (IB).
SMA Unggulan Garuda dilengkapi dengan fasilitas modern seperti laboratorium STEM, kelas digital, perpustakaan virtual, dan sistem asrama. Proses seleksi masuk sangat ketat, memprioritaskan siswa berprestasi dari seluruh Indonesia, dan seluruh siswa yang diterima akan memperoleh beasiswa penuh. Tujuan utama Sekolah Garuda adalah mempersiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke universitas kelas dunia dan meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia di tingkat global.
Kedua program ini mendapat dukungan luas sebagai langkah untuk menyediakan pendidikan berkualitas, memutus rantai kemiskinan, dan mempersiapkan generasi muda menuju visi Indonesia Emas 2045.