S2 Pendidikan Sains UNESA Dorong Penguatan Pembelajaran IPA di Madrasah melalui Kegiatan PkM di Tuban
Tuban – Penguatan kompetensi guru menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di madrasah. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bagi guru-guru IPA MGMP KKM Tuban 1 yang dilaksanakan pada Sabtu, 26 Juli 2025, di Gedung Serba Guna MTs Negeri 1 Tuban.
Kegiatan ini melibatkan Program Studi S1 dan Program Studi Magister (S2) Pendidikan Sains FMIPA Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Tuban dan MGMP IPA KKM Tuban 1. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memberikan penguatan kepada guru dalam merancang pengalaman belajar IPA yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Kegiatan dihadiri dan dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Hj. Umi Kulsum, S.Ag., M.Pd.I. Turut hadir Ketua MGMP IPA sekaligus Kepala MTs Negeri 1 Tuban, Subiyanto, S.Pd., Koordinator Program Studi S1 Pendidikan IPA UNESA, Prof. Dr. Erman, M.Pd., serta Koordinator Program Studi Magister (S2) Pendidikan Sains UNESA, Prof. Dr. Eko Hariyono, S.Pd., M.Pd.
Mengembangkan Pembelajaran IPA yang Lebih Bermakna
Salah satu materi utama yang menjadi perhatian dalam kegiatan PkM adalah konsep pembelajaran mendalam (deep learning). Pendekatan ini diperkenalkan kepada guru sebagai salah satu cara untuk membangun proses belajar yang tidak berhenti pada penguasaan informasi, tetapi mendorong peserta didik memahami konsep, menghubungkan pengetahuan, melakukan refleksi, dan menggunakan pengetahuannya dalam konteks yang berbeda.
Dalam pembelajaran IPA, kemampuan tersebut menjadi penting karena peserta didik tidak hanya dituntut mengetahui konsep-konsep sains, tetapi juga memahami keterkaitannya dengan berbagai fenomena dan permasalahan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, guru memperoleh wawasan mengenai penerapan pembelajaran mendalam yang dapat disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran IPA dan kondisi pembelajaran di madrasah.
Dari Konsep hingga Praktik Pembelajaran
Untuk membantu guru menerapkan konsep tersebut, kegiatan tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga memberikan contoh dan pengalaman praktik dalam mengembangkan perangkat pembelajaran.
Materi yang disampaikan mencakup beberapa komponen penting dalam pembelajaran, yaitu kebijakan terkait pembelajaran mendalam, pengembangan Lembar Kerja Murid (LKM), pemanfaatan media digital, serta penyusunan asesmen.
Dr. Elok Sudibyo, M.Pd. menyampaikan materi mengenai kebijakan nasional yang berkaitan dengan pembelajaran mendalam. Selanjutnya, Roihana Waliyyul Mursidah, S.Pd., M.Pd. memberikan contoh pengembangan LKM yang dapat mengarahkan peserta didik pada aktivitas berpikir kritis dan reflektif.
Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran juga menjadi bagian dari kegiatan. Dyah Permata Sari, S.Pd., M.Pd. memperkenalkan penggunaan Teachable Machine sebagai salah satu alternatif media untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif.
Sementara itu, Wahyu Budi Sabtiawan, S.Pd., M.Pd., M.Sc. membahas strategi asesmen formatif dan sumatif yang dapat digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai pemahaman peserta didik.
Guru Berbagi Pengalaman dan Permasalahan Pembelajaran
Sesi diskusi menjadi salah satu bagian yang mendapat respons aktif dari peserta. Para guru menyampaikan pengalaman mereka selama melaksanakan pembelajaran IPA sekaligus mendiskusikan berbagai kendala yang muncul ketika mengembangkan aktivitas belajar, media, maupun asesmen.
Pembahasan kemudian diarahkan pada bagaimana konsep pembelajaran mendalam dapat diterjemahkan ke dalam aktivitas yang realistis dan sesuai dengan kondisi kelas.
Guru juga memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan pengembangan perangkat pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, peserta diarahkan untuk menghubungkan tujuan pembelajaran dengan aktivitas peserta didik, media yang digunakan, serta bentuk asesmen yang sesuai.
Rancangan Pembelajaran sebagai Tindak Lanjut
Kegiatan PkM tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Peserta memperoleh tugas lanjutan berupa penyusunan satu unit pembelajaran IPA berbasis pembelajaran mendalam.
Rancangan tersebut mencakup komponen pembelajaran yang telah dipelajari selama kegiatan, antara lain LKM, media pembelajaran, dan asesmen. Tugas ini diharapkan dapat mendorong guru untuk mencoba menerapkan hasil pelatihan di madrasah masing-masing.
Selain menjadi bentuk tindak lanjut individu, hasil pengembangan guru juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan berbagi praktik baik dalam forum MGMP sehingga manfaat kegiatan dapat diperluas kepada guru lainnya.
Memperkuat Sinergi Pendidikan Tinggi dan Madrasah
Selain penguatan kompetensi guru, kegiatan PkM ini menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan satuan pendidikan.
Kolaborasi antara UNESA, Kementerian Agama Kabupaten Tuban, dan MGMP IPA KKM Tuban 1 diharapkan dapat membuka peluang pengembangan kegiatan lanjutan yang sesuai dengan kebutuhan guru dan madrasah.
Bagi Program Studi Magister (S2) Pendidikan Sains UNESA, keterlibatan dalam kegiatan PkM merupakan bentuk penerapan dan penyebarluasan keilmuan pendidikan sains kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus mendukung arah PkM Program Studi yang menekankan inovasi pembelajaran, implementasi, pendampingan, dan peningkatan kapasitas mitra.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Program Studi S2 Pendidikan Sains UNESA berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kompetensi pendidik dan peningkatan mutu pembelajaran sains, khususnya di lingkungan madrasah.