Ibu Kota Nusantara, Pembelajaran tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Dalam rangka memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan menyenangkan, Program IKN Mengajar menyelenggarakan IKN Field Trip Day melalui kegiatan Voluntrip: IKN Photo Xpedition. Kegiatan ini mengajak peserta didik belajar secara langsung di lingkungan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan mengintegrasikan eksplorasi kawasan, praktik Bahasa Inggris, serta pembelajaran berbasis STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sport).
Sejak pukul 08.00 WITA, seluruh peserta berkumpul di Multi Function Hall Kemenko 1 IKN sebelum memulai perjalanan. Suasana pagi yang masih sejuk dimanfaatkan sebagai waktu terbaik untuk menjelajahi berbagai sudut kawasan IKN sambil menikmati wajah baru ibu kota Indonesia yang sedang berkembang. Mengusung konsep experiential learning, peserta diajak belajar langsung dari lingkungan sekitar. Selama perjalanan, mereka mengamati berbagai bangunan ikonik, ruang terbuka hijau, fasilitas publik, hingga tata kota yang menjadi ciri khas IKN. Setiap lokasi menjadi media pembelajaran yang mendorong peserta untuk mengembangkan kemampuan observasi, berpikir kritis, dan komunikasi dalam Bahasa Inggris.
Kegiatan ini juga mengimplementasikan pendekatan STEAMS yang menjadi karakteristik pembelajaran pada Program IKN Mengajar. Dari sisi Science, peserta mengamati kondisi lingkungan dan ekosistem hijau di kawasan IKN. Pada aspek Technology dan Engineering, peserta diperkenalkan dengan berbagai infrastruktur serta konsep pembangunan kota cerdas (smart city) yang diterapkan di IKN. Unsur Arts diwujudkan melalui aktivitas Photo Xpedition, di mana peserta mendokumentasikan sudut-sudut menarik IKN sebagai media bercerita. Sementara itu, aspek Mathematics diterapkan melalui kegiatan mengamati pola, bentuk, ukuran, dan tata ruang bangunan, sedangkan unsur Sport dihadirkan melalui aktivitas berjalan kaki menyusuri kawasan IKN yang mendorong gaya hidup aktif sekaligus menjaga kebugaran selama pembelajaran berlangsung.
Selama kegiatan, para peserta juga mendapatkan berbagai tantangan sederhana dalam Bahasa Inggris. Mereka diminta mengamati lingkungan sekitar, mencatat hal-hal menarik yang ditemukan, mengajukan pertanyaan, serta mendeskripsikan objek yang diamati menggunakan kosakata dan kalimat sederhana dalam Bahasa Inggris. Melalui pendekatan ini, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mempraktikkan kemampuan berkomunikasi dalam situasi nyata sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna.
Salah satu aktivitas yang paling menarik perhatian peserta adalah Photo Xpedition. Setiap peserta mendokumentasikan berbagai objek menarik yang mereka temui selama perjalanan, kemudian mempresentasikan hasil pengamatan tersebut menggunakan Bahasa Inggris. Aktivitas ini melatih kemampuan berbicara (speaking), memperkaya kosakata, meningkatkan kreativitas, serta membangun rasa percaya diri peserta dalam menyampaikan ide di depan teman-temannya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi, saling bertanya, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai fasilitas dan pembangunan yang ada di kawasan IKN. Pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman baru yang membuat peserta lebih berani menggunakan Bahasa Inggris dalam konteks kehidupan sehari-hari tanpa takut melakukan kesalahan.
Melalui IKN Field Trip Day, Program IKN Mengajar kembali menghadirkan inovasi pembelajaran yang menghubungkan materi Bahasa Inggris dengan pengalaman nyata di lapangan. Integrasi pendekatan STEAMS dalam kegiatan ini tidak hanya memperkuat kemampuan berbahasa Inggris peserta didik, tetapi juga mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta kemampuan memecahkan masalah melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan kontekstual. Kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman yang membekas bagi peserta didik sekaligus memperluas wawasan mereka mengenai Ibu Kota Nusantara sebagai simbol kemajuan Indonesia di masa depan.